Mengharap kadar gula darah turun, Jajat Darojat malah muntah dan diare setelah minum segelas jus kulit manggis. Jajat Darojat di Bandung, Jawa Barat minum jus kulit manggis atas saran seorang rekan untuk mengatasi diabetes militus. Mula-mula ia ke pasar dan membeli manggis, menyisihkan daging buah, dan memblender kulit dalam segelas air matang. Ternyata kulit manggis itu berbusana dan mengembang seperti minuman soda. Pria 54 tahun itu menambahkan segelas air lagi.

Air itulah yang ia minum tanpa menyaring dahulu. Usai minum, Jajat merasa kembung dan begah. Dua jam berselang ia muntah dan diare. Semalaman ia 8 kali bolak-balik ke peturasan. Menurut Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, kulit manggis yang mengembang seperti minuman soda, karena kandungan saponin di dalamnya.

Buah Utuh

Riset Ngamsaeng dan Wanapat dariKhon Kaen University,Thailand, kulit manggis memang mengandung tannin dan saponin kental. “Saponin memiliki efek menyamak. Konsumsi saponin menutup pori-pori sel usus,” ujar Lukas. Akibatnya usus kejang dan memicu muntah hingga diare. Herbalis alumnus Universitas Diponegoro itu menduga saponin terutama terdapat dalam kulit luar manggis yang keras. Oleh karena itu Lukas menyarankan untuk mengupas kulit luarnya dahulu.

Herbalis yang meresepkan kulit manggis sejak 11 tahun silam itu juga menyarankan menggabungkan kulit dengan buah dan biji jika ingin membuat jus. Alasannya, dalam satu buah biasanya terdapat penawar dan efek sampingbagian buah lain. Selain itu pencampuran itu dapat menghilangkan rasa sepat kulit manggis.

Cara lain mengolah kulit manggis dengan mengukus sebagaimana hasil penelitian Asep W Permana, periset di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian,Bogor, Jawa Barat. Rendam potongan kulit manggis dengan air selama 1 jam, cuci bersih dan kukus selama 3-5 menit. Tujuannya untuk menghilangkan getah yang terkandung di dalamnya. Setelah itu barulah memblender kulit manggis dan endapkan sebelum mengonsumsi.

Pilihan lain yang praktis adalah menyeduh kulit buah manggis itu dengan air yang baru mendidih, mirip membuat teh atau kopi. Namun, berdasarkan penelitian Rosita Melannisa MSi Apt dan tim dari Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surabaya Surakarta, senyawa aktif dalam kulit manggis yaitu xanthone tidak dapat terekstrak optimal jika menggunakan pelarut air. “Kadar alfamangostin yang terekstrak relative kecil, kurang dari 1%,” ujar Rosita.

Serbuk dan Ekstrak

Ahli farmakologi dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar Apt, menyarankan pengolahan kulit manggis dalam bentuk serbuk dan konsumsi beserta ampas. Alasannya “Jika kulit direbus, hanya senyawa larut air yang dapat tersktrak. Namun, jika konsumsi beserta ampasnya yang larut dalam lemak pun dapat terserap tubuh,” ujar Elin.

Untuk membuat serbuk, Elin memotong kulit manggis menjadi cacahan berukuran sekitar 4 cm. kelahiran 60 tahun silam itu lantas menjemur cacahan kulit selama 2-3 hari hingga kering. Menurut Sinse M Yusuf di Sukabumi, Jawa Barat, selain membuat awet, pengeringan juga berfungsi menghilangkan cairan dan getah pada kulit manggis penyebab pahit. Elin lantas menghancurkan kulit kering dengan gilingan cabai menjadi serbuk. Untuk konsumsi, ia menyeduh 20 gram serbuk dengan 240 ml air matang. Seduhan dikonsumsi beserta ampasnya.

Olahan kulit manggis adalah ekstraksi. PT Industri Jamur Borobudur mengekstrak kulit manggis dan mengemas dalam kapsul. Pertimbangannya praktis dan awet. “Kapsul bisa tahan hingga 3,5 tahun,” ujar Kepala Laboratorium PT Industri Jamu Borobudur, Joko Kawiyanto. Metode ekstraksi memang efektif untuk “menarik” senyawa aktif dalam kulit manggis.

Menurut Dr Agung Endro Nugroho MSi Apt, dosen dan peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, senyawa xanthone yang berkhasiat dalam kulit manggis antara lain alfamangostin, gammamangostin dan garcinon-E yang bersifat semipolar dan paling efektif diekstrak dengan pelarut etanol.

Penelitian Nidia E Pebriyanti dari Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor membuktikan mengolah kulit manggis menjadi sirup juga memungkinkan. Kandungan xanthone dalam sirup olahannya mencapai 46,49 mg/100 ml. Nidia mencampukan esktrak kulit manggis dengan ekstrak rosella sebagai pewarna alami dan madu (pemanis alami). Perbandingan ketiga bahan itu 5 : 1 : 4 namun menurut Lukas bagi sebagian orang, pencampuran kulit manggis dengan madu menimbulkan alergi.

Jus Kulit Manggis

  1. Ambil 1 buah manggis matang
  2. Kupas kulit bagian luar yang keras
  3. Potong-potong seluruh bagian hingga menjadi kecil
  4. Masukkan potongan kulit, buah dan biji manggis ke dalam blender bersama 150 cc air
  5. Saring jus manggis
  6. Endapkan sekitar 5 menit buang busa di permukaan dan hindari mengonsumsi endapan

Jika anda merasa ribet dan repot dengan proses dan tata cara merebus kulit buah manggis kini ada solusi yang cepat dan mudah untuk merasakan khasiat kulit buah manggis yaitu dengan XAMthone Plus


Jika Anda ingin berkonsultasi atau mempunyai pertanyaan tentang produk kami, silahkan kirim pesan melalui form berikut :

Comments are closed.